lukisan cantik

mencoba menggambar dirimu dilangit malam...

seperti indahnya pada mentari saat garang..

di siang hari yang benderang..


mencoba melukiskan dirimu ...

mencoba menyandingkannya dengan bintang...

mencoba mengalahkan sang bulan...


namun,hujan turun...

awalnya gerimis,tak mampu memudarkanmu...

kembali menggoreskanmu lewat pena,

menggambarkan mu cantik..


hujan turun semakin deras...

lukisanmu dilangit malamku tak sanggup bertahan..

dan akhirnya pudar..


hujan tak kunjung reda..

indahmu disini pun pudar...


tapi,kucoba ...

menggambarkan mu kembali disini...

bukan dilangit malam...

tapi dihatiku... di dalam pikiranku..



dan TAK AKAN PUDAR

dan AKAN SELAMANYA INDAH


.................

?

bermula dari air yang mengalir

hingga bait ini menjadi syair

mencoba menyela indahmu yang terukir

namun tak berbekas,tanpa bentuk


tak terlihat,

tak tersentuh


kuterjebak dalam ruang ini, RINDU

rasa ini... pahit,sedikit manis


semua warna yang pernah kurasakan... getir

pelangi seakan tak berwarna... hambar


lelah tuk berpikir untuk bisa bertahan

dan melupakan ini,

lelah tuk menuruni tebing kehancuran yang dalam


Kenapa harus kamu?

Kenapa harus cinta?

kenapa harus pergi?


KENAPA HARUS KAMU??


Kepada Langit

Karena Aku berjalan pada jalan ku sendiri...

Lewat kaki yang lemah,tetap berdiri di pijakan ku...

Dengan tangan yg kecil ini,berpura menantang Langit...


Tak pernah berharap akan sesuatu...Tak pernah berharap pada seseorang...


Yeaaah... Ini Aku...

Walaupun bagaimana pun,

Selama aku masih bisa bernafas,

Selama aku masih bisa Berteriak.... !!!


Aku Bersumpah,takkan sudi untuk menyerah atas kesombonganMu,


Wahai Langit...!!!

Rindu

................................

masih memandang langit-langit

di kamar yang gelap ini

bernafas dengan pelan

setiap detik yang berlalu

setiap detik yang aku bisa


terlena ku diantara dunia khayal atau nyata


menggambar perahu mimpi

ingin berlayar menjelajahi langit

melewati ombak asteroid

bersandar di pulau bulan...

menggali harta karun di kepulauan bintang

menjelajahi angkasa

hingga kutemukan dirimu

planet entah berantah


tapi tetap saja..semua sama


ku masih saja terjebak dalam ruang,Rindu

Masih

masih menunggu warna-warni

di antara kelam

di antara temaram

dan sakit ini

lisan,tak tertuliskan

mulai lelah menunggu pelangi

setelah gerimis di hati

setelah rasa sakit itu kembali datang

bersama mentari yang bersinar,membara

tapi hati ini tiada berpijar jua



Entah mengapa,

Cahayamu mulai terasa menyilaukan

membutakan mataku

tak dapat menyentuh indahmu

Ku masih tejebak di ruang ini,Rindu

Dan ...

Dan Kau,Sejukkan hati

Matamu teduh

Kau tersenyum

Tertawa renyah

Pelukan hangat


Dan aku,hanya bisa memberi Hujan

hingga kau tenggelam

hanya bisa memberi Neraka

hingga kau aus bersama udara

ooh Bidadari ku

Dan mungkin ini terlalu klasik

di rerimbunan kata-kata usang

dan mungkin kau sudah letih

semua sama....


Dan aku ...

aku hanya tak terbiasa

Tak biasa dengan sakit ini

Terlalu perih tuk berkawan dengan sepi


Dan ini...Ini hanya terlalu sakit


Dan aku masih saja terjebak dalam ruang ini...Ruang Rindu

Just Saying

Romansa adalah Rasa

Cinta adalah laut yang dalam untuk diselami

------------------------------------------------------------

Gairah adalah naluri

Cinta adalah ilmu yang butuh proses,butuh perhatian terus menerus

----------------------------------------------------------------------------------

Cinta bagaikan gadis kecil yang sedang beranjak remaja

Butuh waktu untuk dewasa

---------------------------------

Cinta itu Emosi, ada interaksi...

Cinta itu ikatan...

Akan sakit jika pisah

----------------------------------------

Cinta itu cantik

,Cantik tak selamanya Cinta

Tapi Cantik itu kamu...

Karena Kamu adalah Cinta

-----------------------------------

Ruang Rindu

terkadang lelah

cukup lelah untuk berpura

berpura tuk mengurai senyum dalam luka


terlalu lelah untuk menanti senyum

mentari di pagi yang penuh dengan awan hitam

terlalu sakit untuk sampaikan salam perpisahan

kepada mentari yang mulai tak peduli


ini hanya sederet kata

yang ada di dalam rintihan para pujangga


dan aku masih tak mengerti

Mengapa sampai saat ini

ku masih saja terjebak


dalam Ruang Rindu

LONGING SPACE

sometimes tired

tired enough to pretending

pretend to parse a smile in the wound

too tired to waiting

a smiling sun in the morning

filled with black clouds

too hurt to say good-bye

to the sun which began no matter

This is just a row of word

sthe moans of the Bard

and I still do not understand

Why until this moment

i'm still stuck...in this Longing Space...